TONY JA VS IKO UWAIS adu teknik dan ketangkasan

TONY JA VS IKO UWAIS adu teknik dan ketangkasan
TONY JA VS IKO UWAIS adu teknik dan ketangkasan

Iko Uwais: Festival Bela Diri Dunia di Purwakarta Lebih Keren daripada di Perancis.

“Hanya Festival di Bercy, Perancis, yang bisa menjadi tandingan festival Purwakarta ini. Tetapi, Purwakarta lebih keren, karena kami tampil di tengah danau, sementara di Perancis tidak,” ujar Iko di Purwakarta, Sabtu malam (2/4/2016).

Festival Bela Diri Dunia 2016, yang diadakan di Purwakarta, Jawa Barat, membuat Iko Uwais (33) kagum. Artis peran sekaligus pesilat yang main dalam film Star Wars: The Force Awakens ini pun membandingkannya dengan festival serupa di penjuru dunia yang lain.

Iko mengaku bahwa baru kali ini ia melihat festival bela diri yang diadakan secara kolosal, bukan melibatkan pendekar saja, melainkan juga penari.

Iko mengaku pula merasa terhormat didapuk mewakili Indonesia untuk memperlihatkan gerak-gerak pencak silat yang dipopulerkan dalam sebagian filmnya.

“Saya merasa sangat terhormat di sini. Program Bupati Purwakarta memang harus didukung, karena berhasil memadukan kultur bela diri dengan hiburan untuk masyarakat,” tutur bintang film-film The Raid ini.

Untuk mengikuti festival tersebut, ia berlatih selama hampir satu bulan bersama timnya.

“Kami persiapan hampir satu bulan. Saya dan kawan-kawan berlatih setiap hari khusus untuk acara ini agar penampilan kami tidak mengecewakan,” terang suami penyanyi Audy Item ini.

Festival Seni Bela Diri Dunia 2016 resmi dibuka pada Sabtu (2/4/2016) malam. Para pengunjungnya bisa menonton festival itu dan menikmati keindahan Air Mancur Taman Sri Baduga.

Festival yang baru kali pertama diselenggarakan di Asia Tenggara tersebut menghadirkan enam delegasi dunia, yaitu Brazil, India, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Indonesia. Mereka berhasil menjadikan bela diri identitas bangsa.

Sumber: http://goo.gl/xQeIiF
==============

Begini Kemeriahan Festival Seni Bela Diri Dunia di Purwakarta.

Untuk pertama kalinya Pemkab Purwakarta menggelar Festival Seni Bela Diri Dunia ‘Show Performance Martial Art’ 2016. Festival yang menggundang lima negara sahabat itu bukan hanya pertama di Purwakarta namun juga yang pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Sebagai penampil pertama tuan rumah menyuguhkan silat dari Padepokan Tali Suci yang merupakan asuhan dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Mereka yang rata-rata masih berusia muda berhasil memukau dengan kecekatan dan ketangkasan ala silat sunda.

Giliran kedua adalah penampilan actor laga Indonesia, Cecep Arif Rahman, yang membawa anak buahnya dari Padepokan Panglipur. Berbagai macam atraksi mulai dari tangan kosong hingga pertunjukan senjata tajam berhasil memukau para pengunjung.

Pertunjukan dilanjutkan dengan penampilan artis laga The Raid, Iko Uwais, bersama belasan pendekar silat lainnya. Iko dan kawan-kawannya pun kembali membuat takjub dengan gerakan atraktif menggunakan senjata karimbit.

Puas dengan pertunjukan berbagai macam atraksi pencak silat, kali ini penonton pun disuguhkan dengan atraksi para master karate yang dibawa langsung dari Jepang. Meski para master ini telah berusia lanjut namun semangat untuk menghibur warga yang datang tak membuat mereka kelelahan.

Pertunjukan dilanjut dengan penampilan kontingen asal India yang membawakan seni bela diri kalaripayattu yang diklaim sebagai bela diri tertua di dunia. Mereka berhasil memukau penonton lewat pertunjukan kelenturan tubuh dan pertarungan menggunakan pedang dan tameng khas tanah bollywood.

Sekira dua puluh menit menghibur, giliran satu-satunya kontingen dari luar Asia yakni Brazil yang mempertontonkan aksi capoira. Liuk-liuk tubuh dan gerakan kaki yang atraktif dengan sedikit acrobat pun langsung mengundang riuh tepuk tangan penonton.

Menjelang penutupan, kontingen China pun berhasil menghibur penonton dengan atraksi bela diri, keahlian senjata tajam, dan keahlian pernafasan khas kungfu shaolin. Bahkan dalam pertunjukannya pendekar kungfu yang paling kecil menantang Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk menarik sebuah mangkok yang menempel di perutnya. Dedi yang